Sabtu, 18 Oktober 2014



“Makan malam terakhir ku “
             Pagi itu begitu indah dan udara nya juga begitu segar. Aku melangkah begitu ceria seakan mentari  menyaapa ku begitu lembut dan awan tersenyum padaku begitu manis .
               Di umur ku yang ke 16 tahun ini ,adalah tahun yang bahagia .aku menyusuri jalan menuju sekolah .Tepat 5 menit sebelum bel berbunyi aku sudah sampai di sekolah.meskipun paru-paru ku begitu sakit ,namun senyum ku tak boleh pudar . aku menyapa mereka dengan lembut.
“shinta “sapa teman ku sintia.
“ya sintia,ada apa ?”aku melihat nya sambil berjalan bersama menuju kelas.
“hai, mengapa wajah mu pucat begitu?”Tanya sintia pada ku dengan nada perhatian.
“aku tak a pa-apa ,aku hanya belum memakai baby power sebelum berang kat ke sekolah.”jelas ku pada teman ku yang sedikit centil ini,
“oh,ya bagaimana acara makan malam nanti jadi kan ?”
“iya jadi lah ,jangan telat ya.”kata ku..  kami pun sampai di kelas .
               Bel pun berbunyi tanda pelajaran akan di mulai. “selamat pagi anak-anak,,,”sapa guru matematika kami dengan semangat,       ”pagi pak”  jawab kami serempak.
”ok,ketua kelas siapkan “.setelah semua siap kami pun mulai belajar.pak alex begitu semangat nya mengajar kami.
“baik lah soal nomor 3 akan di kerjakan oleh shinta”perintah pak alex,yang membuat ku sedikit terkejut . yang tadi nya aku melamun kini aku sadar .
               “iya pak”jawab ku sambil maju ke depan untuk mengerjakan soal yang di berikan . “shinta mengapa wajah mu begitu pucat?apakah kamu sakit?”Tanya guru baru itu pada ku . “tidak pak ,saya tidak sakit.”
“tapi kamu gak biasa nya seperti ini ,nak.”jelas pak alex pada ku yang curiga tentang keadaan ku.Memang aku termaksud siswi aktif dalam pelajaran matematika.
“iya pak ,I am oke,”jawab ku  dan langsung mengerjakan soal nya.
“ok.itu jwaban yang benar”tunjuk pak alex kea rah papan tulis yang aku coret-coret dengan angka yang tak tau datang dari mana.
               Bel istirahat telah berbunyi,aku langsung pergi ke kamar mandi dengan setengah menangis.”Ya Tuhan ,aku gak seakan gak kuat dengan semua ini,Tuhan aku mohon engkan ringan kan beban yang ku tanggungung ini,izin kan aku membuat mereka tersenyuum.”doa ku sambil menangis.    Aku hidup dari keluarga yang kaya,apa pun yang ku minta semua terpenuhi dengan cepat,Ayah & Ibuku sangat sayang pada ku ,namun semenjak aku terserang penyakit paru-paru ini aku merasa sangat menderita.Entah bagaimana ini  bisa terjadi,tapi aku harap tak ada orang lagi yang akan merasakan penyakit ini.  Aku pun kembali ke kelas dengan senyum yang manis dan bergabung dengan kawan2 yang lain .
“Dari mana aja sinta?”Tanya sintia
“aku hbis dari kamar mandi”jawab ku cepat.
“ayo lah,aku sudah lapar sekali “pinta fitri
“iya ya,makan terus lah yang kamu pikirin”timbal ku .
Hahahhhahhhahahahaahahahaahahahaaaa.kami menuju kantin
Kami semua adalah sahabat,kami menjalani dengan bersama,susah senang bersama.Tapi susah ku ,aku ingin cukup aku yang merasakan nya ,aku tak ingin merka cemas karena ku.
               Ternyata Fahri telah menunggu kami.Fahri adalah pacar ku. Entah mengapa aku bisa nerima dia jadi pacar ku. Memang banyak yang bilang kalau aku itu cantik ,pintar dan baik,namun aku gak bisa rasakan itu.  Meskipun aku selalu juara kelas,dan juga banyak cowok di sekolah ku yang banyak mengungkap kan perasaan mereka pada ku.
               Pada waktu itu aku tak sengaja menabrak nya ,saat aku akan mengantar kan buku tugas ke kantor.
“ maaf-maaf aku tak sengaja,biar aku bantu”kata nya
“iya gak apa-apa kok”kata ku sambil members kan buku yang berserak,dan tanpa ku sdari dia memperhatikan ku.
“ada apa ?apa ada yang salah ?”Tanya ku polos
     “ohh….ti…tidak,tidak ada yang salah”jawab nya terbata-bata.
               Dan pada saat itu entah mengapa jantung ku berdegup kencang,seperti nya aku menyukai nya. Dan ternyata kami makin dekat saja,dia tau bannyak tentang ku,dan kami juga sering belajar bareng. Hingga pada suatu hari ,saat aku edang duduk di taman dia datang menghampiri aku.
“hai ,lagi apa?kok sendiri aja?”
“lagi belajar nih sambil sambil ngerjaiin tugas ?”jawab ku
“tugas apa ?”Tanya nya
“kimia”jawab ku singkat
“boleh aku bantu?”
“tentu saja…….”jawab ku pendek.
“ohh… penggabungan redoks,redoks itu sama dengan cinta,”balas nya
“maksud nya ?” Tanya tak mengrti.
“iya karena  redoks  dan cinta mempunyai unsur-unsur tertentu,dia akan di sebut cinta apabila adanya unsur2 yang mengikat harus ada yang di cintsa dan yang mencinta tapi harus nya saling mencinta. Begitu juga  redoks, ,harus ada yang jadi reduksi dan juga oksidasi”jelas nya panjang lebar.
“oh jadi hampir sama ya “jawab ku,dan tiba-tiba dia memegang tangan ku.
“sinta ,apakah aku boleh menjadi orang yang special di hati mu?”.tanya dia pada ku,aku begitu jantungan.
“apa yang membuat mu begini ?” Tanya ku balik
“kamu cantik,baik,pintar dan perhatian pada ku aku ingin bias menjaga mu  ”jelas nya
       Pada saat itu entah apa yang mendorong ku untuk menerima dia sebagai pacar ku sehinnga kami sekarang benar-benar pacaran .
                 “kenapa kalian lama sekali?”Tanya  fahri pada ku
                 “maaftadi aku ke kamar mandi bentar?”jawab ku
                 “kalian mau makan apa?”Tanya nya lagi
                 “seperti biasa bang fahri ?”jawab fiteri dengan cepat.
Pesanan kami pun datang,dan kami mulai makan. Tapi saat itu aku gak selera makan . aku ingin sekali fahri suapin aku,tapi gak mungkin lah aku bilang ke dia.
                   “kamu kenapa?muka mu pucat,kamu sakit?”Tanya nya banyak
                   “tidak,aku tak sakit,aku baik-baik saja”jawab ku bohong
                   “kamu udah mnum obat nya ?”
                   “sudah”jawab ku,aku gak mau dia cemas karena ku.
Tak terasa kami sudah selesai makan ,dan bel pun telah berbunyi. Kami pergi ke kelas masing-masing. Tapi sebelum kami  berpisah ke kelas dia menrik tangan ku dan……
                   “kamu jangan bohong,kamu sakit?”Tanya dia
                   Aku hanya menggelenng
                   “apa mulai sakit?”Tanya nya penuh perhatian
                   “sedikit,tapi aku pucat karna kurang tidur saja”jawab ku
                   “kamu baik-baik belajar nya ya ,dan aku yakin kamu pasti bias melawan sakit yang kamu rasakan “ kata nya menyemangati ku.
                   “iy sayangggg”jawab ku sambil tertawa,dan kami pun ke kelas masing-masing.
Dan terdengar lah bel tanda pulang ,aku pulang di antar fahri . meskipun jarak rumah dan sekolah ku dekat aku selalu di antar jemput oleh nya jika dia gak ada halangan. Supaya kami selalu bias berdua. Sampai di rumah dia tidak langsung pulang…….
                   “makasih ya…kamu gak mampir dulu?” kata ku
                   enggak yang,jangan lupa minum obat nya ya,dan istirahat yang cukup,dan satu lagi jangan terlalu capek …..okeyy” ceramah dia sambil mengelus pipi ku.
                   “iya sayang,pulang lah lagi ntar mama nyariin,dan jangan  ngebut-ngebut bawa motor nya .”balas ku lagi.
                   “iya sayang”
Itu lah kata-kata dia saat mau pulang,aku ingin dia selalu di samping ku.saat aku susah maupun senang.
                   “ ibu,aku pulang…”kata sambil mencari ibu ku.

                   “iya,sayang…..siapa yang ngantar pulang?”Tanya ibu,sambil aku menyalam nya.
                   “fahri,bu”
                   “ohh,ternyata mantu ibu yang ngantar,,”ledek ibu pada ku
      Ibu menyuruh ku mengganti pakaian ku,lalu makan dan istirahat. Itulah kegiatan ku sehari-hari, aku tak pernah tau apa itu menyapu rumah,ngeplel lantai dan sebagai nya.  Kemungkinan karena ada seorang pembantu yang membantu ibu memberskan semua,mungkin juga karena aku sedang sakit.
                   Malam telah tiba ,acara makan malam ku bersama keluarga ku pun tiba. Dinner nya hanya dinner kecil-kecilan tapi menurut ku ini sangat bermakna ,seakan malam ini adalah makan malam terakhir  ku .
   “sayang” suara ayah memanggil ku di balik pintu.
   “iya yah,masuk saja” jawabku,dan ayah pun masuk.    
   “sayang teman-teman mu sudah pada datang,fahri juga sudah datang”
   “iya,yah. Ayah bagaimana ini,rasanya begitu sakit” aku mengeluh dan menangis.
   “kamu sudah minum obat?” tanta ayah sambil memeluk ku.
   “sudah yah ,sakit nya gak tertahan kan ya “ tangis ku ulai pecah .
   “kalau begitu kita pergi ke dokter ya …..”kata ayah,
   “bagaimana dengan tamu ku yah,”bantah ku.
   “mereka akan mengerti kok ,”kata ayah
   “gak yah,kayak nya rasa mulai berkurang,,,”
   “kamu yakin………?”
   “yakin yah” dan kami pun ke ruang makan,aku minta maaf pada teman-teman ku karena sudah menunggu terlalu lama. Dan kami pun makan bersama ,aku duduk dekat fahri. Dan dia berulang kali menanyakan bagaimana kabar ku .
                   Setelah selesai makan, kami  berkumpul di ruang tengah. Ayah dan ibu bercerita tentang diri ku sewaktu aku masih kecil ,,teman-teman ku tertawa mendengar cerita ibu. Dan entah apa yang terjadi pada diri ku ,nafas ku begitu sesak ,aku lemas,dan aku terjatuh dari sofa.
Mereka terkejut karena ku,fahri mengangkat ku dan mendudukkan ku kembali ke sofa. Ayah dan ibu ku mulai menangis dan juga teman-teman ku,aku mulai merasa kan udara yang ku hirup mulai berkurang.
   “fahri siap kan mobil,ceepattttt,,,,,,,”
   “fahri tunggu,gak usah ayah aku udah waktu nya,”
   “jangan ngomong gitu nak”sambung ibu ku memeluk ku
   “aku ingin kalian jangan menangis aku tak akan pergi jauh,aku tetep disisi kalian”
Aku mendengar meraka semua menangis.
   “aku hanya ingin kalian tersenyum untuk ke terakhir kali nya buat ku,,,,,”
   “shinta sayang kamu pasti akan bisa lewati ini semua nak….”kakta ayah ku
   “gak yah, aku gak kuat ,aku hanya ingin melihat kalian senyum ….,fahri makasih buat semua nya kamu sayang padaku,menjaga ku,,,aku sungguh bahagia punya pacar seperti mu,,dan teman-teman ku,aku minta maaf ya kaau aku sering jail pada kalian,,aku minta maaf,,,”
   “sayang jangan tinggal kan aku,kamu dah janji pada ku suatu hari nanti kamu akan memakai kan ku dasi saat aku akan pergi ke kantorrr….” Kata fahri memegang tangan ku dengan menangis.
   “maaf kan aku sayang. Aku telah mengingkari janji ku,,,”aku pun menangis.
   “ibu,ayah,mau kah kalian peluk aku” pinta ku terakhir
   “iya sayang”
                   Aku menghembus kan nafas terakhir ku di pelukan uyah dan ibu ku,aku sempat merakan ciuman mereka di kening ku,dan juga tangan fahri yang begitu dingin mengggenggam tangan ku. Dan juga teman-teman ku yang menangis memegang kaki ku.
                   Ternyata itu adalah malam terakhir ku makan malam bersama mereka,,,aku sayang pada mereka. Semua telah di atur yang maha kuasa.
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar