“Makan
malam terakhir ku “
Pagi itu begitu indah dan udara nya juga
begitu segar. Aku melangkah begitu ceria seakan mentari menyaapa ku begitu lembut dan awan tersenyum
padaku begitu manis .
Di umur ku yang ke 16 tahun ini
,adalah tahun yang bahagia .aku menyusuri jalan menuju sekolah .Tepat 5 menit
sebelum bel berbunyi aku sudah sampai di sekolah.meskipun paru-paru ku begitu
sakit ,namun senyum ku tak boleh pudar . aku menyapa mereka dengan lembut.
“shinta
“sapa teman ku sintia.
“ya sintia,ada
apa ?”aku melihat nya sambil berjalan bersama menuju kelas.
“hai,
mengapa wajah mu pucat begitu?”Tanya sintia pada ku dengan nada perhatian.
“aku
tak a pa-apa ,aku hanya belum memakai baby power sebelum berang kat ke
sekolah.”jelas ku pada teman ku yang sedikit centil ini,
“oh,ya
bagaimana acara makan malam nanti jadi kan ?”
“iya
jadi lah ,jangan telat ya.”kata ku.. kami
pun sampai di kelas .
Bel pun berbunyi tanda pelajaran
akan di mulai. “selamat pagi anak-anak,,,”sapa guru matematika kami dengan
semangat, ”pagi pak” jawab kami serempak.
”ok,ketua
kelas siapkan “.setelah semua siap kami pun mulai belajar.pak alex begitu
semangat nya mengajar kami.
“baik
lah soal nomor 3 akan di kerjakan oleh shinta”perintah pak alex,yang membuat ku
sedikit terkejut . yang tadi nya aku melamun kini aku sadar .
“iya pak”jawab ku sambil maju ke
depan untuk mengerjakan soal yang di berikan . “shinta mengapa wajah mu begitu
pucat?apakah kamu sakit?”Tanya guru baru itu pada ku . “tidak pak ,saya tidak
sakit.”
“tapi
kamu gak biasa nya seperti ini ,nak.”jelas pak alex pada ku yang curiga tentang
keadaan ku.Memang aku termaksud siswi aktif dalam pelajaran matematika.
“iya
pak ,I am oke,”jawab ku dan langsung mengerjakan soal nya.
“ok.itu
jwaban yang benar”tunjuk pak alex kea rah papan tulis yang aku coret-coret
dengan angka yang tak tau datang dari mana.
Bel istirahat telah berbunyi,aku
langsung pergi ke kamar mandi dengan setengah menangis.”Ya Tuhan ,aku gak
seakan gak kuat dengan semua ini,Tuhan aku mohon engkan ringan kan beban yang
ku tanggungung ini,izin kan aku membuat mereka tersenyuum.”doa ku sambil
menangis. Aku hidup dari keluarga yang
kaya,apa pun yang ku minta semua terpenuhi dengan cepat,Ayah & Ibuku sangat
sayang pada ku ,namun semenjak aku terserang penyakit paru-paru ini aku merasa
sangat menderita.Entah bagaimana ini bisa
terjadi,tapi aku harap tak ada orang lagi yang akan merasakan penyakit ini. Aku pun kembali ke kelas dengan senyum yang
manis dan bergabung dengan kawan2 yang lain .
“Dari
mana aja sinta?”Tanya sintia
“aku
hbis dari kamar mandi”jawab ku cepat.
“ayo
lah,aku sudah lapar sekali “pinta fitri
“iya
ya,makan terus lah yang kamu pikirin”timbal ku .
Hahahhhahhhahahahaahahahaahahahaaaa.kami
menuju kantin
Kami
semua adalah sahabat,kami menjalani dengan bersama,susah senang bersama.Tapi
susah ku ,aku ingin cukup aku yang merasakan nya ,aku tak ingin merka cemas
karena ku.
Ternyata Fahri telah menunggu
kami.Fahri adalah pacar ku. Entah mengapa aku bisa nerima dia jadi pacar ku.
Memang banyak yang bilang kalau aku itu cantik ,pintar dan baik,namun aku gak
bisa rasakan itu. Meskipun aku selalu
juara kelas,dan juga banyak cowok di sekolah ku yang banyak mengungkap kan
perasaan mereka pada ku.
Pada waktu itu aku tak sengaja
menabrak nya ,saat aku akan mengantar kan buku tugas ke kantor.
“
maaf-maaf aku tak sengaja,biar aku bantu”kata nya
“iya
gak apa-apa kok”kata ku sambil members kan buku yang berserak,dan tanpa ku
sdari dia memperhatikan ku.
“ada
apa ?apa ada yang salah ?”Tanya ku polos
“ohh….ti…tidak,tidak ada yang salah”jawab
nya terbata-bata.
Dan pada saat itu entah mengapa
jantung ku berdegup kencang,seperti nya aku menyukai nya. Dan ternyata kami
makin dekat saja,dia tau bannyak tentang ku,dan kami juga sering belajar bareng. Hingga pada suatu hari ,saat
aku edang duduk di taman dia datang menghampiri aku.
“hai
,lagi apa?kok sendiri aja?”
“lagi
belajar nih sambil sambil ngerjaiin tugas
?”jawab ku
“tugas
apa ?”Tanya nya
“kimia”jawab
ku singkat
“boleh
aku bantu?”
“tentu
saja…….”jawab ku pendek.
“ohh…
penggabungan redoks,redoks itu sama dengan cinta,”balas nya
“maksud
nya ?” Tanya tak mengrti.
“iya
karena redoks dan cinta mempunyai
unsur-unsur tertentu,dia akan di sebut cinta apabila adanya unsur2 yang
mengikat harus ada yang di cintsa dan yang mencinta tapi harus nya saling
mencinta. Begitu juga redoks, ,harus ada yang jadi reduksi dan
juga oksidasi”jelas nya panjang lebar.
“oh
jadi hampir sama ya “jawab ku,dan tiba-tiba dia memegang tangan ku.
“sinta
,apakah aku boleh menjadi orang yang special di hati mu?”.tanya dia pada ku,aku
begitu jantungan.
“apa
yang membuat mu begini ?” Tanya ku balik
“kamu
cantik,baik,pintar dan perhatian pada ku aku ingin bias menjaga mu ”jelas nya
Pada saat itu entah apa yang mendorong ku
untuk menerima dia sebagai pacar ku sehinnga kami sekarang benar-benar pacaran
.
“kenapa kalian lama
sekali?”Tanya fahri pada ku
“maaftadi aku ke kamar mandi bentar?”jawab ku
“kalian mau makan apa?”Tanya
nya lagi
“seperti biasa bang fahri
?”jawab fiteri dengan cepat.
Pesanan
kami pun datang,dan kami mulai makan. Tapi saat itu aku gak selera makan . aku ingin sekali fahri suapin aku,tapi gak
mungkin lah aku bilang ke dia.
“kamu kenapa?muka mu
pucat,kamu sakit?”Tanya nya banyak
“tidak,aku tak sakit,aku
baik-baik saja”jawab ku bohong
“kamu udah mnum obat nya ?”
“sudah”jawab ku,aku gak mau dia cemas karena ku.
Tak
terasa kami sudah selesai makan ,dan bel pun telah berbunyi. Kami pergi ke
kelas masing-masing. Tapi sebelum kami berpisah ke kelas dia menrik tangan ku dan……
“kamu jangan bohong,kamu
sakit?”Tanya dia
Aku hanya menggelenng
“apa mulai sakit?”Tanya nya
penuh perhatian
“sedikit,tapi aku pucat karna
kurang tidur saja”jawab ku
“kamu baik-baik belajar nya
ya ,dan aku yakin kamu pasti bias melawan sakit yang kamu rasakan “ kata nya
menyemangati ku.
“iy sayangggg”jawab ku sambil
tertawa,dan kami pun ke kelas masing-masing.
Dan
terdengar lah bel tanda pulang ,aku pulang di antar fahri . meskipun jarak
rumah dan sekolah ku dekat aku selalu di antar jemput oleh nya jika dia gak ada
halangan. Supaya kami selalu bias berdua. Sampai di rumah dia tidak langsung
pulang…….
“makasih ya…kamu gak mampir
dulu?” kata ku
“enggak yang,jangan lupa minum obat nya ya,dan istirahat yang
cukup,dan satu lagi jangan terlalu capek …..okeyy” ceramah dia sambil mengelus
pipi ku.
“iya sayang,pulang lah lagi ntar mama nyariin,dan jangan ngebut-ngebut bawa motor nya .”balas ku
lagi.
“iya sayang”
Itu lah
kata-kata dia saat mau pulang,aku ingin dia selalu di samping ku.saat aku susah
maupun senang.
“ ibu,aku pulang…”kata sambil
mencari ibu ku.
“iya,sayang…..siapa yang ngantar pulang?”Tanya ibu,sambil aku
menyalam nya.
“fahri,bu”
“ohh,ternyata mantu ibu yang ngantar,,”ledek ibu pada ku
Ibu menyuruh ku mengganti pakaian ku,lalu
makan dan istirahat. Itulah kegiatan ku sehari-hari, aku tak pernah tau apa itu
menyapu rumah,ngeplel lantai dan
sebagai nya. Kemungkinan karena ada
seorang pembantu yang membantu ibu memberskan semua,mungkin juga karena aku
sedang sakit.
Malam telah tiba ,acara makan
malam ku bersama keluarga ku pun tiba. Dinner nya hanya dinner kecil-kecilan
tapi menurut ku ini sangat bermakna ,seakan malam ini adalah makan malam
terakhir ku .
“sayang” suara ayah memanggil ku di balik
pintu.
“iya yah,masuk saja” jawabku,dan ayah pun
masuk.
“sayang teman-teman mu sudah pada
datang,fahri juga sudah datang”
“iya,yah. Ayah bagaimana ini,rasanya begitu
sakit” aku mengeluh dan menangis.
“kamu sudah minum obat?” tanta ayah sambil
memeluk ku.
“sudah yah ,sakit nya gak tertahan kan ya “
tangis ku ulai pecah .
“kalau begitu kita pergi ke dokter ya
…..”kata ayah,
“bagaimana dengan tamu ku yah,”bantah ku.
“mereka akan mengerti kok ,”kata ayah
“gak yah,kayak nya rasa mulai berkurang,,,”
“kamu yakin………?”
“yakin yah” dan kami pun ke ruang makan,aku
minta maaf pada teman-teman ku karena sudah menunggu terlalu lama. Dan kami pun
makan bersama ,aku duduk dekat fahri. Dan dia berulang kali menanyakan
bagaimana kabar ku .
Setelah selesai makan,
kami berkumpul di ruang tengah. Ayah dan
ibu bercerita tentang diri ku sewaktu aku masih kecil ,,teman-teman ku tertawa
mendengar cerita ibu. Dan entah apa yang terjadi pada diri ku ,nafas ku begitu
sesak ,aku lemas,dan aku terjatuh dari sofa.
Mereka
terkejut karena ku,fahri mengangkat ku dan mendudukkan ku kembali ke sofa. Ayah
dan ibu ku mulai menangis dan juga teman-teman ku,aku mulai merasa kan udara
yang ku hirup mulai berkurang.
“fahri siap kan mobil,ceepattttt,,,,,,,”
“fahri tunggu,gak usah ayah aku udah waktu
nya,”
“jangan ngomong
gitu nak”sambung ibu ku memeluk ku
“aku ingin kalian jangan menangis aku tak
akan pergi jauh,aku tetep disisi kalian”
Aku
mendengar meraka semua menangis.
“aku hanya ingin kalian tersenyum untuk ke
terakhir kali nya buat ku,,,,,”
“shinta sayang kamu pasti akan bisa lewati
ini semua nak….”kakta ayah ku
“gak yah, aku gak kuat ,aku hanya ingin
melihat kalian senyum ….,fahri makasih buat semua nya kamu sayang
padaku,menjaga ku,,,aku sungguh bahagia punya pacar seperti mu,,dan teman-teman
ku,aku minta maaf ya kaau aku sering jail pada kalian,,aku minta maaf,,,”
“sayang jangan tinggal kan aku,kamu dah janji
pada ku suatu hari nanti kamu akan memakai kan ku dasi saat aku akan pergi ke
kantorrr….” Kata fahri memegang tangan ku dengan menangis.
“maaf kan aku sayang. Aku telah mengingkari
janji ku,,,”aku pun menangis.
“ibu,ayah,mau kah kalian peluk aku” pinta ku
terakhir
“iya sayang”
Aku menghembus kan nafas
terakhir ku di pelukan uyah dan ibu ku,aku sempat merakan ciuman mereka di
kening ku,dan juga tangan fahri yang begitu dingin mengggenggam tangan ku. Dan
juga teman-teman ku yang menangis memegang kaki ku.
Ternyata itu adalah malam
terakhir ku makan malam bersama mereka,,,aku sayang pada mereka. Semua telah di
atur yang maha kuasa.